Ramah Lingkungan, Ketahui Alternatif Produk Pengganti Pembalut

Setiap wanita umumnya akan mengalami menstruasi setiap satu bulan sekali. Penggunaan pembalut sekali pakai saat ini masih menjadi produk yang paling banyak digunakan ketika menstruasi. Namun, tahukah kamu ada produk pengganti pembalut sekali pakai yang lebih ramah lingkungan?

Produk pengganti pembalut sekali pakai kini sudah banyak dijual di Indonesia. Berikut adalah beberapa produk pengganti pembalut sekali pakai yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Macam-Macam Pengganti Pembalut

Berikut adalah beberapa alternatif pengganti pembalut yang dapat kamu pilih:

1. Menstrual cup

Jika kamu mencari produk pengganti pembalut yang ramah lingkungan, mungkin menstrual cup yang akan muncul di internet. Bentuk produk ini memang sedikit mengintimidasi. Tidak hanya remaja, bahkan orang dewasa pun masih takut menggunakan menstrual cup ketika menstruasi.

Namun, kamu tidak perlu takut karena menstrual cup tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhanmu, berikut adalah ukuran atau size yang dapat kamu pilih pada salah satu brand menstrual cup:

  • Mini size, sesuai untuk remaja usia di bawah 23 tahun atau ketika flow sedikit
  • Size A, sesuai untuk perempuan yang belum pernah melahirkan atau ketika flow sedang
  • Size B, sesuai untuk perempuan yang sudah melahirkan atau ketika flow deras

Jika kamu berminat untuk mencoba memakai menstrual cup, kamu dapat latihan dengan pelan-pelan memasukkan ke miss v. Masukkan mulai dari 1 cm, kemudian 2 cm dan seterusnya hingga berhasil. Kunci sukses memakai menstrual cup adalah miss v harus rileks.

Menstrual cup dapat menampung darah secara optimal hingga 12 jam pemakaian. Sehingga kamu tidak perlu repot-repot untuk sering ganti dan membersihkan. Produk ini dijual dengan harga rata-rata mulai dari 300 ribu rupiah. Meskipun sedikit mahal, menstrual cup dapat digunakan hingga 10 tahun.

2. Pembalut kain

Manfaat utama pembalut kain adalah dapat digunakan kembali. Penjualan pembalut kain sudah banyak di Indonesia sehingga mungkin kamu sudah tidak asing dengan produk ini. Sebagai pengganti pembalut sekali pakai, ada beberapa manfaat menggunakan pembalut kain, yaitu:

  • Dapat digunakan berulang kali
  • Lebih nyaman digunakan daripada pembalut sekali pakai
  • Lebih hemat karena tidak harus membeli yang baru setiap menstruasi
  • Membantu mengurangi iritasi di area vagina

Pembalut kain menjadi alternatif pembalut sekali pakai dan eco friendly karena kamu dapat menggunakannya berkali-kali sehingga dapat mengurangi sampah pembalut sekali pakai. Pembalut kain tersedia ukuran day dan night, sehingga dapat menyesuaikan dengan flow menstruasi.

3.Period panties

Pengganti pembalut sekali pakai selanjutnya adalah period panties atau celana dalam menstruasi. Produk ini dapat menjadi alternatif jika kamu takut menggunakan menstrual cup.

Kamu mungkin bertanya-tanya apakah period panties tidak bau dan anti bocor. Layer pada period panties menggunakan antimicrobial agent yang akan bekerja saat kondisi celana mulai lembap dan muncul bakteri atau jamur.  Yang menimbulkan bau ketika menstruasi sebenarnya bukanlah darah menstruasi melainkan bakteri atau jamur ketika kondisi lembap.

Perawatan period panties ini cukup mudah, kamu hanya perlu merendamnya dalam air biasa kemudian cuci dengan tangan atau mesin tapa fabric softener, pastikan tidak menjemurnya di bawah sinar matahari langsung.

Berapa Kali Harus Ganti Pembalut?

Pembalut harus diganti sesering mungkin ketika menstruasi, apalagi jika menstruasi sedang deras-derasnya. Idealnya, pembalut harus diganti setiap 4 jam atau tergantung kondisi. Hal ini bertujuan untuk menghindari berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur akibat kondisi lembap pada vagina.

Namun, jika kamu tidak ingin repot ganti terlalu sering, kamu dapat menggunakan menstrual cup karena dapat digunakan selama berjam-jam.

Itulah tiga alternatif pengganti pembalut. Dengan menggunakan produk-produk yang eco-friendly, kamu sudah berperan dalam upaya mengurangi sampah untuk lingkungan yang lebih sehat.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*